Gunung Penanggungan

Sabtu, 14 Maret 2015/ Surabaya-Trawas

Petualangan tak pernah henti..
Move move and move!!!

Break delapan bulan cukup membuat  kendor otot ini..

Tanpa rencana,, dan serba spontan.

Gunung Penanggungan 1653 mdpl.

Ide gila ini muncul di saat kami (saya, Mas Oki, dan Mas Titis) berkumpul di Tunjungan Plaza Surabaya.

Pukul 14.00 WIB sembari menikmati kopi dan jus buah, tiba tiba Mas Oki nyeletuk naik gunung Penanggungan, dan rupanya ‘racun’ ini begitu kuat..
Pukul 16.00 WIB deal,
Pukul 17.00 WIB belanja,
Pukul 18.00 WIB menuju Mojokerto,
Pukul 19.30 WIB packing,
Pukul 20.30 WIB berangkat menuju Trawas,
Pukul 22.00 WIB sampailah kami di basecamp Gunung Penanggungan via Trawas.

Pos Penanggungan via Trawas

Pos Penanggungan via Trawas

Biaya parkir inap (mobil) Rp 15.000/ mlm.
Retribusi Rp 8.000/org

Dan pukul 22.10 WIB  berangkaaaatttt..

Gila.
Memang benar, dan saya suka berkumpul dengan orang orang yang sedikit gila seperti ini.. Penuh tantangan, penuh kejutan.. 🙂

Bukan berarti kami mengabaikan keselamatan kami, bukan.. Kami tetap mengutamakan keselamatan.
Hanya saja kami sedikit berbeda.
‘Anti mainstream bro ..’ 😉

Turunan landai makadam menyapa kami di awal pendakian, yang artinya.. di saat turun  nanti kamu meski bersusah payah naik lagi  menuju basecamp. 🙂

Jalan Makadam

Jalan Makadam

10 menit kemudian jalur mulai naik, masih landai, kanan kiri ladang penduduk.
Hingga tiba waktunya dijumpai jalur bercabang, kiri jalur lama, kanan jalur baru. dan kami memilih jalur kanan.

Selama pendakian jalur begitu licin. Berkali kali langkah kami terpeleset, memaksa kami untuk 100% fokus ke tanah. Tanah basah sehabis hujan, bercampur bebatuan licin. Tanahnya seakan enggan kami injak. Semakin lama semakin curam, ada saat dimana kemiringan tanah >60′ cukup menguras tenaga.
Sesekali slentingan gurauan di perjalanan, ditambah kerlap kerlip cahaya jauh di bawah, membuat kami sedikit melupakan rasa lelah..

Jalur Menuju Puncak Bayangan

Jalur Menuju Puncak Bayangan

Minggu, 15 Maret 2015

Pukul 00.44 WIB..
2,5 jam perjalanan..
Puncak Bayangan Gunung Penanggungan..
1300 mdpl..
My first real hiking in East Java..
Entah berapa langkah kami melangkah..
Entah berapa tetes keringat kami bercucuran..

Kami mendirikan tenda..
Membuat minuman hangat, dan memasak..
Masih belum menyangka, yang tadinya kepanasan di kota, sekarang kedinginan di gunung.. yang tadinya bersantai di mall, sekarang sudah mendirikan tenda di gunung 😀

Bersyukur karena cuaca cerah..
Bersyukur karena masih dilindungi..
Bersyukur karena Tuhan begitu baik..
Bersyukur karena makanan yang begitu nikmat..

Pukul 04.00 WIB suara berisik di sekitar tenda, menandakan para pendaki akan summit attack. Butuh waktu sekitar 2 jam, untuk sampai puncak, sedangkan kami masih terlelap. 🙂
Enggan untuk beranjak..
Pukul 05.00 WIB perlahan sinar menembus memasuki tenda.

Kami membuka mata..
Kekhawatiran akan kabut tebal terhapus sudah..
Begitu menyingkap pintu tenda, pemandangan menakjubkan terpapar di hadapan kami..
Pemandangan baru.. warna warni baru..

Sang mentari bersinar lembut bersahabat menyentuh..
Gunung Arjuna Welirang berdiri berdampingan, begitu tangguh, memanjang ke arah barat..
Puncak Mahameru yang indah tampak mengeluarkan asapnya menyatu bersama awan..
Di belakang kami, puncak Gunung Penanggungan masih menjulang tinggi..

Arjuna Welirang Berdampingan

Arjuna Welirang Berdampingan

Semeru di Ujung Sana

Semeru di Ujung Sana

Beautiful..

Beautiful..

Puncak Penanggungan dari Puncak Bayangan

Puncak Penanggungan dari Puncak Bayangan

Barisan Pegunungan

Barisan Pegunungan

Puji syukur kami ucapkan kepadaNYA..
Begitu indah..
Dan kami memilih untuk tetap di sini..
Cukup di sini..
Puncak Bayangan Gunung Penanggungan 1300 mdpl.

Memaksimalkan masakan..
Menikmati makanan yang lebih dari apa adanya..
Menikmati setiap keindahan Indonesia..

Chicken Patrickia

Chicken Patrickia

Puas dengan semuanya, kami persiapan turun, membereskan tenda, mengumpulkan sampah, dan berdoa. Pukul 10.00 WIB kami turun, melalui jalur tanah bebatuan yang licin dan terjal. Konsentrasi tinggi, mencari pijakan yang tepat supaya tidak tergelincir. Saat turun, kami memilih jalur lama, tanahnya lebih bersahabat dibanding jalur baru, lebih banyak pegangan, dan lebih landai. Waktu yang kami perlukan sekitar 2 jam untuk turun..
Dan akhirnya pukul 12.00 WIB kami sampai di basecamp, dan bersiap untuk kembali ke Mojokerto.

HAPPY CAMP judul kali ini..
KELUARGA CEMARA pemainnya..

We are Keluarga Cemara

We are Keluarga Cemara

Terimakasih Tuhan..
Terimakasih Gunung Penanggungan..
Terimakasih untuk setiap keindahan, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan ini..
Terimakasih untuk setiap kebaikan dari orang orang yang kami temui sepanjang perjalanan..
Terimakasih..

nb:
‘Jangan mengambil apapun kecuali gambar.. Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak.. Jangan membunuh apapun kecuali waktu..’ (Kode etik pendakian)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s